Memahami Produk Gambar Apa Saja yang Dihasilkan dari Penggunaan Jasa Arsitek dalam Proyek Konstruksi

Setiap proyek konstruksi yang baik akan selalu diawali dengan perencanaan. Berbicara tentang perencanaan dalam proyek konstruksi akan selalu melibatkan tahap perancangan. Tahap perancangan ini biasanya setidaknya melibatkan konsultan arsitektur, struktur, dan konsultan M.E.P (Mechanical Electrical Plumbing) untuk menghasilkan rancangan sesuai bidangnya masing-masing. Lalu apa saja produk yang dihasilkan oleh konsultan, terutama konsultan arsitektur / penyedia layanan jasa arsitek? Rancangan yang dibuat oleh arsitek secara garis besar biasanya dibagi ke dalam tahap konsep, tahap skematik, tahap pengembangan rancangan, dan tahap gambar kerja.

Tahap konsep. Pada tahap ini arsitek menghasilkan ide / gagasan rancangan dalam wujud gambar denah, visualisasi tiga dimensi interior dan exterior. Pada tahap ini biasanya juga dilengkapi dengan tabel informasi luasan. Tahap konsep yang baik akan menghasilkan rancangan yang biasanya sudah mempertimbangkan setidaknya secara kasar bagaimana sistem struktur dan sistem utilitas yang akan terjadi. Sementara untuk keterangan ukuran biasanya belum muncul pada tahap ini, jikapun ada hanya berupa skala batang / pembanding untuk menujukan proporsi dan skala.

Tahap skematik. Hasil pada tahap ini merupakan perincian lebih lanjut dari tahap konsep. Hasil gambar pada tahap ini berupa denah, tampak, dan potongan bangunan. Gambar pada tahap ini berupa gambar proyeksi paralel (bukan perspektif), dilengkapi dengan ukuran secara umum, berupa ketinggian muka lantai, ukuran ruang dan bangunan secara keseluruhan, serta memuat garis besar spesifikasi material yang akan digunakan, terutama material finishing arsitektural. Pada tahap skematik ini biasanya sudah terjadi koordinasi antar-disiplin seperti misal salah satunya dengan konsultan struktur, dan gambar dari konsultan arsitektur biasanya sudah merupakan hasil superimpose dengan gambar dari konsultan struktur. Tahap skematik ini juga biasanya digunakan sebagai sumber untuk pembuatan gambar untuk keperluan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Tahap pengembangan rancangan. Pada tahap ini dihasilkan gambar berupa gambar-gambar rencana, tampak, dan potongan (apabila pada tahap skematik biasanya hanya 2 potongan bangunan, pada tahap pengembangan ini gambar potongan jumlahnya disesuaikan agar lebih informatif). Sementara untuk gambar-gambar rencana yang dimaksud dalam tahap ini biasanya meliputi: gambar rencana finishing lantai & dinding; rencana atap; rencana plafon; rencana saklar, stop kontak & titik lampu; rencana pintu & jendela; rencana sanitary & pemipaan; rencana drainase. Gambar-gambar rencana ini jika diperlukan biasanya dilengkapi juga dengan tabel berisi gambar yang disertai ukuran dan spesifikasi. Misal, untuk rencana pintu & jendela, biasanya dilengkapi dengan tabel yang memuat setidaknya ukuran bukaan dinding dan spesifikasinya. Selain gambar-gambar rencana yang menunjukan keseluruhan bangunan dan tapak, pada tahap ini juga sudah dihasilkan gambar-gambar rencana, tampak dan potongan untuk masing-masing ruangan.

Tahap gambar kerja. Hal paling penting yang membedakan tahap ini dengan tahap-tahap sebelumnya adalah adanya gambar-gambar detail. Gambar detail ini biasanya terdiri dari 2 tipe, yaitu: Gambar detail standar, dan gambar detail arsitektural. Gambar detail standar biasanya meliputi gambar-gambar komponen bangunan yang sifatnya berulang dan diterapkan di keseluruhan bangunan, sebagai contoh misalnya: Detail sambungan talang air, detail tanggulan, detail saluran dan penutup saluran air, dll. Sedangkan untuk gambar detail arsitektural meliputi gambar-gambar komponen bangunan yang memiliki nilai arsitektural tertentu dan memerlukan petunjuk khusus dalam proses pelaksanaanya, sebagai contoh misalnya: Detail pagar, detail atap, detail tangga, dll.

Perlu diingat, produk yang dihasilkan konsultan pada tahap-tahap perancangan  yang disebutkan sebelumnya, merupakan proses yang dilalui pada tahap perencanaan proyek. Adapun pada tahap pelaksanaan proyek, biasanya konsultan arsitektur, struktur, dan atau M.E.P (Mechanical Electrical Plumbing), juga ditunjuk untuk pekerjaan pengawasan. Produk yang dihasilkan konsultan pada tahap pengawasan biasanya berupa laporan yang menjelaskan apakah rancangan sudah diterapkan dengan sesuai di lapangan serta apakah ada penyesuaian-penyesuaian yang terjadi akibat kondisi lapangan.

Rincian produk yang dihasilkan oleh setiap penyedia jasa arsitek tentunya tidak harus sama persis seperti yang disebutkan dalam artikel ini, jika perlu bisa disesuaikan sesuai keperluan oleh masing-masing penyedia jasa arsitek, akan tetapi tentunya setiap rincian produk gambar dari hasil perancangan ini dianjurkan untuk tercantum secara jelas dalam isi penawaran dan kontrak.